TMB Ikut Kegiatan Jalan Sehat

Pada hari Sabtu, 13 September 2014 Bagian Teknik Bionformatika IPB mengadakan kegiatan kegiatan Family Gathering Bagian Teknik Bioinformatika dan Launcing Agricultural Informatic Club (AIC). AIC merupakan club mahasiswa di Departemen TMB yang memiliki minat dalam mengembangkan inovasi bidang Informatika dan aplikasinya di bidang pertanian.

teh manis

Categories: Academic | Leave a comment

Pelatihan Web

Pelatihan web dilaksanakan oleh Dept. TMB IPB…

blalalala

Read more »

Categories: Academic | Leave a comment

Family Gathering Bagian TBI

 

 

Pada hari Sabtu, 13 September 2014 Bagian Teknik Bionformatika IPB mengadakan kegiatan kegiatan Family Gathering Bagian Teknik Bioinformatika dan Launcing Agricultural Informatic Club (AIC). AIC merupakan club mahasiswa di Departemen TMB yang memiliki minat dalam mengembangkan inovasi bidang Informatika dan aplikasinya di bidang pertanian.

Bagian Teknik Bionformatika

Kegiatan dimulai dengan pembukaan kemudian sambutan dari Prof. Dr. Ir. Kudang Boro Seminar, M.Sc selaku Kepala Bagian Teknik Bioinformatika (TBI). Beliau memberikan nasehat kepada mahasiswa untuk terus berkarya dan aktif di berbagai kegiatan di Bagian TBI. Bagian TBI memberikan perhatian khusus kepada mahasiswa yang masuk, yang umumnya adalah mahasiswa yang sudah melaksanakan praktek lapangan dan sedang melakukan penelitian.

Categories: Academic | Tags: , , , | Leave a comment

Sistem Konsultasi Online Agribisnis Cabai (Capsicum annuum. L)

Sistem Konsultasi Online Agribisnis Cabai (Capsicum annuum. L)

Supriyanto, Kudang Boro Seminar, Sriani Sujiprihati, Hendra Rahmawan
Tesis Magister Ilmu Komputer (M.Kom), Institut Pertanian Bogor, 2011

ABSTRACT

The objective of the research was to develop an online consultation system for Chili Pepper (Capsicum annuum. L) agribusiness. The method included problem identification, the search knowledge sources, knowledge acquisition, knowledge representation and online consultation system development. Knowledge from the expert and other’s materials has been captured and represented using production rules for develop the system. The system development was done by using extreme programming (XP) which included the stages of analysis, design and implementation. The results of this research is on line chili pepper agribusiness consultation system which consists of nine consultation modules like choosing the best cultivar, fertilizing recommendation, land preparation, controlling insect pest and disease, farmers income and profit gain, government policy, climate, and price information. The system was running well on the internet. User can access the system using internet browser at www.cabe.ipb.ac.id.

Keyword: agribisnis cabai, capsicum annuum. L, sistem konsultasi online

1.  Latar Belakang

Kegiatan agribisnis dapat digolongkan ke dalam dua kegiatan utama yaitu kegiatan usaha tani (on farm activities) dan kegiatan luar usaha tani (off-farm activities) yang meliputi pengadaan sarana produksi, agroindustri pengolahan, pemasaran dan jasa-jasa penunjang. Terdapat lima sub sistem pada kegiatan agribisnis (Sumardjo, 2004) yaitu (1) Sub sistem faktor input pertanian (input factor sub-system), (2) Sub-sistem produksi pertanian (production sub-system), (3) Sub-sistem pengolahan hasil pertanain (processing subsystem), (4) Sub-sistem pemasaran (marketing sub-system), dan (5) Sub-sistem kelembagaan penunjang (supporting institutoin sub-system). Kegiatan agribisnis bertujuan untuk meningkatkan taraf hidup pelaku agribisnis. Salah satu komoditas agribisnis yang sangat sangat dibutuhkan oleh masyarakat Indonesia adalah cabai (Capsicum annuum. L).

Konsumsi cabai rata-rata penduduk Indonesia adalah 5,21 kg/kapita/tahun. Jumlah penduduk Indonesia pada tahun 2009 adalah sebanyak 237.641.326 jiwa, yang terdiri dari 119.507.580 laki-laki dan 118.048.783 perempuan. Laju pertumbuhan penduduk Indonesia sebesar 1,49 persen per tahun (Badan Pusat Statistik, 2011). Produksi cabai nasional tahun 2009 adalah 1.378.727 dengan luas panen 233.904 ha dan produktivitas rata-rata sebesar 5,89 ton/ha (Badan Pusat Statistik, 2011). Potensi hasil cabai merah lokal dapat mencapai 12-20 ton/ha dan potensi hasil cabai merah hibdrida dapat mencapai 36 ton/ha (Prajnanta, 2007).

Cabai dapat tumbuh secara optimal pada tanah regosol dan andosol. Kadar asam (pH) tanah yang cocok untuk penanaman cabai secara intensif adalah 6-7. Curah hujan yang ideal adalah 1.000 mm/tahun. Faktor yang menyebabkan produktivitas cabai rendah di Indonesia diantaranya adalah belum banyak digunakannya varietas berdaya hasil tinggi, kurang penerapan teknologi budidaya yang sesuai, penanganan pasca panen yang belum optimal, serangan hama penyakit, dan kurangnya akses terhadap informasi dan sumber pengetahuan terkait agribisnis cabai. Secara umum informasi dan pengetahuan yang dibutuhkan oleh petani adalah informasi teknologi budidaya, ketersediaan permodalan, informasi teknologi pengolahan hasil, informsi dukungan pemasaran dan metode analisis usaha tani (Tamba, 2007).

Untuk mendapatkan informasi dan pengetahuan terkait dengan budidaya cabai saat ini petani bergantung kepada media informasi yang ada. Media informasi tersebut diantaranya adalah produsen benih, produsen sarana produksi pertanian, pedagang (tengkulak), dan media-media komunikasi lain. Media-media tersebut dirasa kurang cukup dalam rangka memecahkan permasalahan agribinis cabai. Untuk memecahkan permasalahan tersebut maka perlu dibangun sistem konsultasi online agribisnis cabai (Capsicum annuum.L). Sistem konsultasi ini dikembangkan untuk memenuhi kebutuhan akan informasi dan pengetahuan (knowledge) yang tarkait dengan peningkatan hasil dalam kegiatan agribisnis. Sistem konsultasi yang akan dibangun diharapkan dapat menjadi media diseminasi informasi dan pengetahuan agribisnis.

Penelitian terdahulu yang terkait diantaranya adalah Sistem Pakar Identifikasi penyakit yang menyerang tanaman cabai merah (Faihah, et al., 1999). Domain pengetahuan yang tercakup dalam system pakar terdiri dari 12 jenis penyakit tanaman cabai besar merah (Capsicum annuum L.) yang umum menyerang. Basis pengetahuan diimplementasikan ke dalam perangkat lunak WINEXSYS. WINEXSYS menyediakan fasilitas pemograman berbasis logika (logic based programming) yang didukung oleh Graphical User Interface sehingga memudahkan pemakai (user) berkomunikasi dengan sistem pakar. Sistem pakar yang dibangun berjalan secara offline di satu computer saja. Sistem pakar ini memiliki 46 kaidah (rules), 17 pengkualifikasi (qualifiers) dan 24 pilihan solusi (choices). Metode identifikasi penyakit yang diterapkan dalam sistem pakar menggunakan kaidah-kaidah baku yang biasa digunakan dalam disiplin ilmu proteksi tanaman. Keluaran dari sistem ini adalah prediksi penyakit yang menyerang tanaman cabai besar merah dan tindakan pengendalian responsifnya berdasarkan input gejala yang dimasukkan pemakai.

Ya-Feng, et al. (2007) melakukan penelitian pembuatan sistem pakar untuk diagnosa kebutuhan nutrisi tanaman cabai. Pada penelitian ini basis pengetahuan di representasikan ke dalam index. Mekanisme penalaran (reasoning) yang digunakan adalah teknik forward. Sistem pakar yang dibangun diimplementasikan dengan menggunakan VB dan SQL Server. Namun demikian sistem masih dibangun untuk komputer stand alone. Gonzalez-Diaz, et al. (2009) membuat sistem pakar untuk pengambilan keputusan dalam proteksi tanaman cabai merah. Pengetahuan diperoleh dari literatur dan ahli. Pengetahuan selanjutnya direpresentasikan dalam serangkaian aturan IF-THEN. Sistem ini meliputi identifikasi gulma, 20 jenis serangga, 14 jenis penyakit, tiga faktor abiotik dan tindakan pengendalian. Sistemini dilengkapi dengan 87 foto dan gambar yang membantu dalam proses identifikasi.

Pada penelitian ini sistem kosultasi dibatasi pada komoditas cabai merah untuk dataran tinggi. Sistem yang dibangun merupakan pengembangan dari penelitian sebelumnya. Kebaruan yang dimaksud adalah sistem akan diimplementasikan berbasis web (online), penambahan modul konsultasi, penambahan informasi terkait, penambahan pengetahuan, pengetahuan diarahkan untuk spesifik lokasi (dataran tinggi) dan penambahan fitur-fitur lain yang diperlukan. Keuntungan dari sistem online adalah sistem konsultasi dapat diakses dari tempat-tempat yang berbeda melalui koneksi internet. Informasi dan pengetahuan disediakan secara real time dan dapat melayani pengguna 24 jam per hari, 7 hari perminggu.

2. Tujuan Penelitian

Penelitian ini bertujuan untuk membangun sistem konsultasi online agribisnis cabai (Capsicum annuum. L). Secara spesifik penelitian ini bertujuan untuk :

  1. Melakukan analisis dan desain sistem konsultasi online agribisnis cabai (Capsicum annuum.L).
  2. Rancang bangun dan implementasi sistem konsultasi online agribisnis cabai.

3. Manfaat

Manfaat penelitian ini adalah :

  1. Menjadi solusi kepada pelaku agribisnis untuk dapat menerapakan sistem agribisnis berbasis pengetahuan (knowledge based agribussiness) sehingga mendukung akan tercipta sistem pertanian yang baik (good agricultural practices).
  2. Membantu penyuluh pertanian dalam menyelesaikan permasalahan praktis di lapangan terkait permasalahan agribisnis cabai.
  3. Menjadi terobosan baru atas kekurangan tenaga ahli di lapangan dalam penyelesaian permasalahan dalam kegiatan agribisnis cabai.

4. Ruang Lingkup

Sistem konsultasi online yang dibangun pada penelitian ini spesifik pada komoditas cabai (Capsicum annuum. L) untuk wilayah dataran tinggi dengan studi kasus di Liwa, Lampung Barat. Batasan sistem yang dibangun meliputi konsultasi : (1) Pemilihan Varietas Unggul, (2) Penentuan Dosis Pupuk Dasar, (3) Pengendalian Hama dan Penyakit, (5) Teknologi Budidaya Cabai, (6) Pasca Panen, (7) Analisis Usaha Tani, (8) Prakiraan Cuaca, dan (9) Kebijakan Pemerintah.

METODE PENELITIAN

Waktu dan Tempat

Penelitian ini dilaksanakan di Laboratorium Ilmu Komputer IPB, Departemen Agronomi dan Hortikultura IPB, Departemen Proteksi Tanaman IPB, serta studi lapangan di Liwa, Lampung Barat. Penelitian dilaksanakan pada Desember 2010 sampai dengan Agustus 2011.

Tahapan Penelitian

Tahapan – tahapan penelitian meliputi identifikasi masalah, pencarian sumber pengetahuan, akuisisi pengetahuan, representasi pengetahuan dan analisis perancangan sistem konsultasi agribisnis.

KESIMPULAN DAN SARAN

Kesimpulan

Berdasarkan penelitian yang dilaksanakan dapat disimpulkan bahwa sistem konsultasi online agribisnis cabai telah dibangun untuk memenuhi kebutuhan pelaku agribisnis untuk berkonsultasi. Modul-modul sistem konsultasi yang telah dibangun adalah sebagai berikut : (1) Pemilihan Varietas Unggul, (2) Penentuan Dosis Pupuk Dasar, (3) Pengendalian Hama dan Penyakit, (5) Teknologi Budidaya Cabai, (6) Pasca Panen, (7) Analisis Usaha Tani, (8) Prakiraan Cuaca, dan (9) Kebijakan Pemerintah, (10) Forum diskusi pakar, dan (11) Chating online. Sistem konsultasi berjalan dengan baik pada semua jenis web browser dan dapat diakses setiap saat dengan nama domain www.cabe.ipb.ac.id.

Saran

Perlu adanya pengembangan aplikasi untuk spesifik varietas cabai dan diseminasi teknologi berupa pelatihan, sosialisasi dan pendampingan dalam penggunaan sistem konsultasi yang telah dibangun.

DAFTAR PUSTAKA

 

Badan Pusat Statitik. 2011. Luas Panen, Produksi dan Produktivitas Cabai, 2009. www.bps.go.id [09 Maret 2011].

Faihah, Siti Eha. Kudang B.S. dan Suryo Wiyono. 1999. Sistem Pakar Untuk Identifikasi Penyakit Tanaman Cabal Besar Merah (Capsicum annuum L.). Buletin Keteknikan Pertanian. Vol. 13, No.3, Desember 1999

FAOSTAT. 2011. Food and Agricultural commodities production 2009. Food Agricultural Organisation (FAO). http://faostat.fao.org. [8 Agustus 2011].

Gonzalez-Diaz, P. Mart L, nez-Jimenez, F. Bastida, and J. L. Gonzalez-Andujar. 2009. Expert system for integrated plant protection in pepper (Capsicum annuun L.). Expert Syst. Appl. 36, 5 (July 2009), 8975-8979. http://dx.doi.org/10.1016/j.eswa.2008.11.038 [09 Maret 2011].

Kamus Besar Bahasa Indonesia. 2011. Kamus Besar Bahasa Indonesia. www.kamusbahasaindonesia.org. [07 Agustus 2011].

Marimin. 2005. Teori dan Aplikasi Sistem Pakar dalam Teknologi Manajerial. Bogor : IPB press.

Nonaka, Ikujiro Takeuchi, dan Hirotaka. 1995. The Knowledge Creating Company: How Japanese Companies Create The Dynamics of Innovation. Oxford: Oxford University Press.

Prajnanta, F. 1999. Kiat Sukses Bertanam Cabai di Musim hujan. Penebar Swadaya. Jakarta.

Satzinger, John, et al. 2007. System Analys and Design, 4th Ed., Thomson Course Tech., Canada.

Sumardjo. 2004. Teori & Praktek Kemitraan Agribisnis.

Tamba, Mariati. 2007. Kebutuhan Informasi Pertanian dan Aksesnya Bagi Petani Sayuran : Pengembangan Model dalam Pemberdayaan petani, Kasus di Provinsi Jawa Barat. Disertasi Doktor. Bogor. Sekolah Pascasarjana IPB.

Turban, Efrain, Jay E. Aroson, dan Ting-Peng Liang. 2007. Decission Support System and Intelligence System sevent edition. United State of America :Prentise Hall.s

Ya-Feng, Qi. WU Li-ming. WEN Jin-fen. Chen-yuan. 2007. Design and Implementation of Expert System for Hot-Pepper Nutrition Diagnosis Based on Index Lists. Journal of Kunming University of Science and Technology (Science and Technology) 2007-2.

Categories: Academic | 1 Comment

Pendaftaran Mahsiswa Baru S1 IPB

Suasana hiruk pikuk mewarnai kegiatan pendaftaran mahasiswa baru Institut Pertanian Bogor (IPB). Bagaimana tidak, calon mahasiswa dari seluruh penjuru Indonesia datang dengan penuh semangat untuk menuntut ilmu di Perguruan Tinggi Pertanian terkemuka di Indonesia. Tidak sedikit mahasiswa yang datang dari kalangan tidak mampu, mereka pun dengan penuh semangat masuk IPB untuk menggapai cita-cita mereka, dan demi sebuah harapan tentunya : merubah nasib keluarga. Tujuan yang sangat mulia.

Selamat datang generasi-generasi baru bangsa ini. Selamat menempuh pendidikan di IPB. tetap semangat..

Categories: Academic | Leave a comment

Diskusi Mingguan Laboratorium Bioinformatika, Institut Pertanian Bogor

Sudah lama juga tidak menyambangi blog di www.student.ipb.ac.id, kangen juga rasanya untuk menulis kembali. Apa kabar hari ini? Perjalanan beberapa hari ini sungguh sangat menyenangkan. Hari rabu kemarin ikut diskusi di Laboratorium Bioinformatika, Teknik Mesin dan Biosistem, Fakultas Tekologi Pertanian, Institut Pertanian Bogor. Selaku kepala Laboratorium Prof. Dr. Ir. Kudang Boro Seminar, M.Sc hadir untuk memberikan masukan dan komentar kepada mahasiswa yang diasuh di Laboratorium tersebut.

Banyak hal yang dibicarakan terkait dengan kegiatan-kegiatan keilmiahan mahasiswa. Penelitian pun mendapatkan masukan dan saran baik dari teman maupun dari dosen. Iklim ilmiah seperti inilah yang sebenarnya dibutuhkan mahasiswa untuk memacu studinya agar menghasilkan karya yang baik dan tentu cepat lulus. Selain hemat biaya, juga dapat menjadi kebanggaan bagi kita, sebagai mahasiswa.

Saya sendiri sebenarnya kuliah di S2 Ilmu Komputer, namun pembimbing saya adalah kepala Lab ini maka saya pun ikut nimbrung untuk menuntut ilmu. Walaupun memang s1 saya berasal dari lab ini, yang dulu namanya sistem manajemen mekanisasi pertanian (SMMP) yang bermetamorfosa menjadi Bioinformatika….

Categories: Academic | Leave a comment

Lomba Lintas Alam Lembaga Kemahasiwan IPB 2011

Hari ini tidak begitu cerah, tapi suasana sangat menggembirakan. Pramuka IPB, mengadakan kegiatan Lomba Lintas Alam Lembaga Kemahasiwaan IPB. Lomba ini diikuti oleh beberapa lembaga kemahasiswaan di Institut Pertanian Bogor. Sebagai penyelenggara UKM Pramuka IPB merupakan salah satu organisasi kemahasiswaan bidang khusus menjadikan kegiatan ini sebagai ajang silaturahmi antar Lembaga Kemhasiswaan (LK).

Kegiatan LLALK ini sendiri dilaksanakan pada Minggu, 27 Maret 2011. Acara dilaksanakan sehari dari mulai pukul 6.30 sampai pukul 18.00 sore. Rute perjalanan meliputi IPB Tracking dan lingkar kampus IPB.

Dr Rimbawan, pada sambutannya di acara pembukaan mengungkapkan bahwa kegiatan ini perlu dilakukan terus menerus. Hal ini sangat positif dilakukan sebagai wujud kerjasama antar Lembaga Kemahasiswaan (LK) dilingkungan IPB. Beliau sangat mengapresiasi peserta yang hadir dan tentu saja UKM Pramuka IPB sebagai penyelenggara kegiatan.

Dalam acara ini diselingi dengan games-games dan lomba-lomba terkait dengan pengetahuan IPB dan pengetahuan umum.

Tampil sebagai juara pertama pada kesempatan LLAK 2011 ini adalah DKM Ibadurrahman. Sebagai penghargaan diberikan piala tetap rektor IPB. Semoga kegiatan ini dapat mempererat silaturahmi diantara kita semua. Amiin….

Oleh : Supriyanto

Categories: Academic | Leave a comment

Sistem Konsultasi Online Agribisnis

Bagaimana jika anda ingin berkonsultasi dengan para ahli di bidang agribisnis? atau petani jika menemui permasalahan di lapangan. Banyak cara yang bisa dilakukan, salah satunya adalah bertanya kepada petani lain yang lebih berpengalaman. Namun hal ini terkadang sulit terjadi. Cara lain adalah kita aktif di kelembagaan pertanian seperti kelompok tani, gabungan kelompok tani (gapoktan).

Bergabung di kelompok tani atau gapoktan memberikan peluang untuk bertukar informasi dan pengetahuan secara lebih cepat dan baik. Hal ini dikarenakan dalam intensitas pertemuan yang cenderung sering, karena dekat. Umumnya informasi yang didapatkan adalah informasi-informasi sederhana. Bergabung dengan kelompok tani memang belum cukup untuk memenuhi kebutuhan akan informasi.

Hadirnya penyuluh pertanian memberikan alternatif lain dalam penyediaan informasi. Namun permasalahan di lapangan adalah kurang aktifnya masyarakat dalam kegiatan penyuluan. Permasalahan lain adalah tidak meratanya kepemilikan informasi dari penyuluh pertanian pada suatu lokasi. Hal ini menjadi permasalahan baru, dimana petani tergantung kepada penyuluh akan tetapi penyuluh tidak memiliki informasi yang cukup akurat dan dapat dipercaya untuk digunakan. Permasalahan-permasalahan lapangan seperti ini yang harusnya menjadi perhatian kita bersama.

Perkembangan teknologi informasi akhir-akhir ini begitu pesat. Dengan digulirkan nya program pemerintah terkait dengan Desa Pinter (internet untuk pedesaan) dan PLIK (penyediaan layanan informatika kecamatan) menjadi peluang baru dalam penyediaan informasi. Berbagai fasilitas telekomunikasi termasuk warung internet di tingkat kecamatan sudah tidak menjadi barang aneh (baru) lagi bagi masyarakat.

Namun demikian, perkembangan perangkat (Teknologi Informasi) harus didukung dengan penyediaan konten yang sesuai. Bagi petani, konten yang sesuai tentu adalah konten-konten yang berkaitan dengan bidang pertanian. Pemerintah melalui pusat data dan informasi peratanian memang sudah membangun  beberapa saluran informasi melalui internet (web pages). Namun hal itu masih kurang untuk menciptakan suatu sistem pertanian yang baik dan berdaya saing tinggi di pasar.

Menanggapi permasalahan tersebut, perlu sekali dibangun sistem konsultasi online agribisnis. Petani dapat memanfaatkan sistem konsultasi online ini untuk menambah wawasan dan memecahkan permasalahan di lapangan. Jika hal ini dilakukan secara terus menerus dan baik, tentu akan meningkatkan daya saing petani di pasar baik lokal maupun internasional.

Categories: Academic | Leave a comment

Pelantikan Pengurus Pramuka IPB 2010 – 2011

Suasana Sabtu, 15 Januari 2010 begitu ceria di sanggar pramuka IPB. Pasalnya, hari ini adalah hari pelantikan pengurus baru untuk periode 2010-2011. Ketua racana terpilih pada periode ini adalah Kak Dede Rahmat dan Kak Pipin.

Foto Pelantikan

Foto Pelantikan

Acara serah terima ini dihadiri oleh pembina senior UKM Pramuka IPB yaitu Kak Dr. drh. Fadjar Satrija, M.Sc dan Dr. drh. Sri Murtini, M.Si.

Categories: Academic | Leave a comment

Supervisory Control and Data Acquisition (SCADA) Pada Bidang Pertanian

SCADA (Supervisory Control and Data Acquisition) telah diaplikasikan dalam berbagai bidang. Konsep ini diterapkan karena kebutuhan pengguna terkait dengan kontrol suatu kegiatan dengan menggunakan komputer untuk menjamin keterkenin data, keakuratan data dan untuk mendukung real time application.

Inilah kira-kira yang mendorong berbagai bidang teramasuk pertanian untuk menerapkan SCADA dalam berbagai aplikasi.

Berikut adalah beberapa penerapan supervisory control yang telah di terapkan pada berbagai aplikasi :

Automatic Inventory System Untuk Produk Pertanian

Inventory produk pertanian membutuhkan lingkungan yang terkontrol dan termonitor untuk menghindari kerusakan dari produk – produk yang disimpan. Hal ini menjadikan permasalah tersendiri saat paramater-parameter yang penting tidak dapat di kontrol dan di monitor secara real time. Kerugian akibat kerusakan atau penurunan kualitas dapat terjadi.

Solusi yang dapat digunakan diantaranya adalah penggunaan kontrol otomatis dengan Programmble Logic Control (PLC), jaringan komputer untuk melakukan pertukaran data antara stasiun utama dengan stasiun cabang dan server SCADA. Pembuatan database dan laporan dilakukan secara otomatis. Memberikan kemudahan konsultasi dan solusi bagi pengguna. Aplikasi ini digunakan untuk memudahkan dalam monitoring untuk mengurangi down time yang merupakan hal yang sangat penting pada sistem Inventory.

Sistem SCADA pada Irigasi

Pada sistem irigasi pengelolaan dan monitoring kenaikan & penurunan level air, kontrol bendungan, pengaturan pembagian air pada kanal dan pengecekan struktur aliran irigasi merupakan proses kegiatan yang sangat penting.

Permasalahan yang terjadi adalah sulitnya melakukan pengelolaan secara manual. Coba kita bayangkan berapa pegawai yang harus dikerahkan dalam melakukan kegiatan tersebut jika dilakukan secara manual. Tentu selain masalah banyaknya sumber daya, data dan informasi yang berguna untuk peramalan, evaluasi dan perencaan tidak dapat dilihat secara real time.

Sistem SCADA pada irigasi melakukan proses monitoring dan pelaporan kenaikan & penurunan level air, kontrol bendungan, pengaturan pembagian air pada kanal dan pengecekan struktur aliran irigasi.

Berbagai parameter yang diperlukan dapat dilihat dan dikendalikan dari MASTER Kontrol. Hal ini tentu menjamin data dan informasi dapat diambil secara real time.

Categories: Pertanian Presisi | 1 Comment